CORNER
MID TERM PREPARATION for “GEOPHYSICS”
MEGA CORNER DAY 1
GRAVITY METHOD PROCESSING & INTERPRETATION FOR GEOPHYSICAL EXPLORATION

CORNER
MID TERM PREPARATION for “GEODYNAMICS”
Buka Bersama ini dilakasanakan pada hari Minggu, 19 Juni 2016 yang dimulai pukul 16.30 di jalan Gotong Royong No. 131 Mulyoagung Dau, Malang dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang yang terdiri dari kepengurusan SEG tahun 2014, 2015 dan 2016. Acara pertama merupakan acara pembuka yang terdiri dari pembacaan susunan acara dan sambutan oleh ketua pelaksana dan sekaligus pembukaan acara Buka Bersama oleh President of SEG UB SC.
Acara selanjutnya adalah buka bersama, dimana kepengurusan SEG 2016 telah menyiapkan makan pembuka kemudian dilanjutkan dengan sholat Magrib, yang cowok sholat ke mesjid sedangkan yang perempuan sholat di rumah. Kemudian dilanjutkan dengan makan-makan.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing dengan kepengurusan tahun 2014 dan 2015. Dimana kepengurusan SEG 2016 saling bertukar pikiran, bertanya dan meminta saran dengan SEG 2014 dan SEG 2015.

 
Short Course ini dimulai pada pukul 09.00 dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang, peserta terdiri dari mahasiswa geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015.
Pada Short Course ini dipandu oleh seorang pemateri, yaitu Bapak Mauliate A.H. Sihotang yang terdiri dari 2 sesi. Materi sesi pertama yaitu mengenai sumber-sumber geothermal, metode eksplorasi geothermal, pengenalan conceptual modeling serta sesi diskusi. Sedangkan materi yang kedua yaitu mengenai pengeboran sumur geothermal dan dilanjutkan dengan excercise dan sesi tanya jawab.
 Energi panas dihasilkan dan disimpan di dalam bumi, perpindahan panas terjadi secara konveksi. Potensi sumber geothermal di Indonesia yaitu 29,4 GW, sedangkan yang saat ini dimanfaatkan adalah sebesar 1438,5 MW. Sistem geothermal adalah sebagai berikut : adanya sumber panas yang nantinya akan menjadi aliran panas, reservoir dan jalan aliran fluida yaitu berupa porositas dan permeabilitas pada batuan, cap rock yaitu berupa clay rock yang berfungsi sebagai faktor pengontrol, dan pergerakan fluida dipengaruhi oleh suhu dan unsur kimia.
Sekitar pukul 12.00 WIB kegiatan ishoma, dan 1 jam setelahnya dilanjutkan dengan penyampaian materi sesi kedua. Materi kedua yang diampaikan kepada peserta adalah mengenai pemrosesan data seismik yang telah diperoleh dari akuisisi.

Dalam kegiatan ini juga terdapat exercise, dimana exercise ini dapat menguji pendalaman materi dari peserta mengenai materi yang telah disampaikan oleh pemateri.


 
Corner ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari mahasiswa Geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2013, 2014 dan 2015.
Setelah pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri. Materi yang disampaikan adalah mengenai pengolahan data magnetik yang didapat dari akuisisi data serta menganalisa hasil pengolahan data tersebut. Dimana metode magnetik ini merupakan metode yang mengukur variabel bawah permukaan bumi dengan melakukan pengukuran variasi intensitas medan magnetik di  permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di  bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan  yang relatif besar.
Pada kegiatan ini juga terdapat sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta corner. Peserta terlihat antusias menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri. Corner ini berlangsung selama 2 jam. Pada pukul 16.00 acara ditutup oleh moderator.



Acara Paper Training Part I dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2016 dengan judul The Essential Things about Paper. Persiapan acara dilakukan pukul 07.00 hingga 07.30, kemusian acara dibuka oleh sambutan dari ketua pelaksana dan ketua IMGF UB. Acara dimulai pukul 08.00. Materi disampaikan oleh Bapak Alamsyah Juwono, dosen Geofisika Universitas Brawijaya, hal penting yang diberikan oleh pemateri adalah definisi kertas ilmiah (scientific paper), susunan paper yang terdiri dari abstrak, pendahuluan, latar belakang, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan pustaka. Sesi pertama ditutup dengan penyerahan sertifikat dan vandel oleh ketua pelaksana kepada pemateri. Sesi kedua dilanjutkan dengan diskusi antara senior Geofisika yakni Ririn Irmaningsih (Geofisika 2012), Erwan Hermawan (Geofisika 2012), dan Wildan Ichsan S (Geofisika 2013) dengan peserta. Sesi kedua ditutup dengan sesi tanya jawab oleh beberapa peserta dan langsung dijawab oleh pemateri
     Acara Paper Training Part II dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2016 dengan judul How to be a 
Good Presenter. Persiapan acara dilakukan pukul 08.00 hingga 09.00, lalu acara dimulai pukul 09.30. Materi disampaikan oleh Wildan Ichsan S, mahasiswa Geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2013. Materi yang disampaikan adalah tips dan trik dalam membawakan suatu presentasi. Ketika materi berakhir semua peserta diminta oleh pemateri untuk mencoba mempresentasikan suatu materi Geologi, yang disambut antusias oleh para peserta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, peserta terlihat antusias dan aktif terhadap materi yang disampaikan. 






Corner ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang yang terdiri dari mahasiswa Geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2013, 2014 dan 2015.
Setelah pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri. Materi yang disampaikan adalah mengenai pengolahan data gravity yang didapat dari akuisisi data serta menganalisa hasil pengolahan data tersebut. Metode gravity merupakan suatu metode yang didasarkan pada hukum Newton tentang percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi akan berpengaruh apabila dimensi benda lebih kecil dibandingkan dengan jarak pengamatan. Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang ada antara dua massa, dua benda, setiap dua partikel. Gravitasi tidak hanya antara obyek dan daya tarik Bumi. Ini adalah daya tarik yang ada di antara semua benda, di mana-mana di alam semesta. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini mengamati kondisi bawah permukaan bumi dengan mengukur densitas atau massa jenis batuan. Dengan adanya perbedaan percepatan gravitasi antara tempat satu dan lainnya dapat dihitung densitas atau massa jenis. Dimana dengan metode ini dapat diketahui kondisi bawah permukaan bumi.

Pada kegiatan ini juga terdapat sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta corner. Peserta terlihat antusias menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri. Corner ini berlangsung selama 2 jam. Pada pukul 16.00 acara ditutup oleh moderator.


Powered byEMF Web Form

Tempat, Tanggal
:
MP 2.5 – Gedung FMIPA UB, 20 Februari 2016
Pemateri
:
Muslimah Aida (Geophysicist)
Sri Jayati (Geophysicist)

Seismic Data Processing
Gelombang seismik adalah gelombangelastik yang merambat dalam bumi. Bumi sebagai medium gelombang terdiri dari beberapa lapisan batuan yang antar satu lapisan dengan lapisan lainnya mempunyai sifat fisis yang berbeda. Ketidak-kontinuan sifat medium ini menyebabkan gelombang seismik yang merambatkan sebagian energinya dan akan dipantulkan serta sebagian energi lainnya akan diteruskan ke medium di bawahnya.
Suatu sumber energi dapat menimbulkan bermacam–macam gelombang, masing–masingmerambat dengan cara yang berbeda.Gelombang seismik dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu: 



      a.       Gelombang badan (body waves) yang terdiridari gelombang longitudinal (gelombang P) dan gelombang transversal (gelombang S).Gelombang ini merambat ke seluruh lapisanbumi.
      b.      Gelombang permukaan (surface waves) yangterdiri dari gelombang Love, gelombang Raleygh dan gelombang Stoneley.Gelombang ini hanya merambat pada beberapa lapisan bumi, sehingga pada survei seismik refleksi (survei seismic dalam) gelombang ini tidak digunakan

Prinsip dasar akuisisi seismic data processing addalah adanya sumber getar yang memancarkan gelombang seismic yang ditangkap oleh recevier. Prinsip dasar seismic datan processing adanya gelombang atau timbul gelombang dari pemberian gaya pada objek.
Komponen seismic data processing ada tiga :
1.      Amplituo : Amplitudo Gelombang adalah jarak maksimum partikel yang bergerak dalam medium dari posisi kesetimbangan mereka ketika dilalui gelombang. Amplitudo Gelombang ditentukan oleh energi dari gangguan yang menyebabkan gelombang.
2.      Frekuensi : Frekuensi gelombang adalah jumlah gelombang yang melewati titik tetap dalam jumlah waktu tertentu.
3.      Fase : Dua gelombang dikatakan sefase, bila keduanya berfrekuensi sama dan titik-titik yang bersesuaian berada pada tempat yang sama selama osilasi (misalnya, keduanya berada pada puncak) pada saat yang sama. Jika yang terjadi sebaliknya, keduanya tidak sefase.



Metode Seismic memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, antara lain

Keunggulan
Kelemahan
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik.
Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik
Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukaan
Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.
Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
Respon pada penjalaran gelombang seismik bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. Sehingga, setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap keberadaan hidrokarbon
Deteksi langsung terhadap kontaminan, misalnya pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.

Dalam metode seismic aktif, kita mngenal dua istilah yaitu refleksi dan refraksi
·         Metoda seismik refraksi mengukur gelombang datang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokasi dari horizon-horizon geologi ini. Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanahdan lapisan pertama dari bantalan batuan cadas.
·         Metoda seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali kepermukaan tanah pada suatu geophone. Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang.Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Gelombangpantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni:Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.
Beberapa tahap dalam Seismmic Data Processing
1. Reformatting (Observasi) ke format yang dibutuhkan software
     Pada proses ini, kita merubah format yang tadinya berupa data mentah seismik (kaya daging aja yak) ke format yang sesuai dengan software yang akan gunakan nantinya. Umumnya yang kita reformat adalah SEG-Y atau SEG-D yang umumnya di pakai sebagai standar dalam dunia industri yang bertugas dalam akusisi data (yang mengambil data di lapangan)

2. Geometri
     Geometri disini dimaksudkan untuk mendefinisikan bentuk geometri dari survey yang dilakukan, proses ini juga ada yang menyebutkannya dengan "LABELING", jadi awalnya kaya di buat garis virtual yang berisikan banyak sekali station-station yang letaknya segaris dan juga ditetapkan terdiri atas berapa titik-titik virtual serta jarak antar titik yang nantinya di gunakan untuk menjadi point bagi source dan receiver berapa (kaya mempolakan dulu terlebih dahulu), di geometri ini kita mendefinisikan identitas tiap trace berdasarkan shotpoint, geophone, record number, trace numbel, dllnya...


3. Static Correction (Koreksi statik)
 
4. Pre-Processing
        Tujuan singkat dari proses ini adalah mempersiapkan data untuk dilanjutkan dalam proses velocity analysis, sehingga proses ini sangatlah penting dalam guna mempersiapkan data yang sebagus mungkin untuk di pick velocitynya, tahap ini meliputi tahapan untuk :

1. Normalisasi amplitudo dari gelombang seismik 

2. Tahap koreksi spherical divergen (bertujuan untuk mengembalikan energi gel. seismik yang hilang karena faktor geometry)
3. Menghilangkan random noise (multiple, Ground roll, dll)
4. Menghilangkan noise koheren
5. Memfilter noise menggunakan modul FK Filter
6. Tahap deconvolusi  (proses untuk menghilangkan wavelet seismik sehingga seakan-akan yang telihat hanya / estimasi dari koefisien reflektivitas lapisan bumi)

5. 1st Velocity Analysis
            Tujuan dari proses ini adalah memilih kecepatan yang tepat setiap kelipatan velcom stack (setiap 40, 50, dst) yang akan dilihat hasilnya pada stack setelah dilakukannya velocity analisis 1. Tujuan lainnya adalah mengkoreksi NMO pada CDP stack(normal move out) yang akan terlihat pada window velocity spektrum (masing-masing software memiliki tampilan berbeda-beda), tujuan lainnya : konversi waktu terhadap kedalaman serta migrasi. umumnya pada setiap software dalam melakukan velocity analysis terdapat minimal 4 window untuk melakukan picking velocitynya : seperti window velocity spectrum, CDP gather, mini stack, serta velcom stack. umumnya picking velocity dilakukan setiap 1km / 1000 m.

6. 1st Residual Static Correction
       Apa sih bedanya residual static sama static correction diawal? bedanya adalah static correction di awal bisa di bilang adalah main static problem (spherical divergence sama karena lapisan lapuk) nah kalo di residu (namanya juga residu teman-teman) alias sisa dari masalah static yang ada, yaitu :
- Kesalahan pada pengukuran elevasi
- Ketidaktelitian dalam membaca up hole time (bersifat virtual)
- adanya ketidaktelitian, ketidaksengajaan, ataupun manipulasi kedalaman oleh tim bor (dalam penanaman peledak / dinamit sebagai source seimik.
- kesalahan dalam memperkirakan penentuan kecepatan dan kedalaman lapisan lapuk.

7. 2nd Velocity Analysis
      Tujuan dari proses vlan 2 ini adalah memperbaikki nilai kecepatan yang kurang pas ketika di pick pada t tertentu pada vlan 1 sebelumnya, picking dilakukan 2 kali lebih banyak (awalnya setiap 1000 m, pada vlan 2 dilakukan setiap 500 meter agar hasil picking jauh lebih teliti dan lebih baik lagi, pada proses ini, kecepatan yang awalnya konstan (pada proses velocity analisis 1) menjadi variable atau disebut juga Velocity variable disingkat menjadi VV. tujuannya adalah untuk memperbagus hasil stack sebelum di migrasi (PSTM)

8. 2nd Residual Static Correction
     merupakan koreksi lanjutan dari koreksi statik residual yang pertama..


9. PRE-PSTM CONDITIONING
    tahap ini umumnya terdiri dari beberapa tahap yaitu :
·  Trace editing (mengubah dan memperbaikki trace dari hal-hal yang tidak diinginkan )
·  koreksi spherical divergence (mengembalikan kembali energi gelombang seismik yang hilang)
·  amplitude recovery (mengembalikan amplitudo gelombang seismik yang hilang sedemikian rupa        sehingga pada tiap titik seolah-olah datang dalam sejumlah energi yang sama)
·  smoothing serta (-)
·  atenuasi dipping noise (-)
10. MIGRASI (STACK PSTM)
      tujuan dari proses ini ialah untuk memindahkan posisi reflektor yang pada mulanya diperkirakan miring menjadi ke posisi semula / ke posisi sebenarnya pada penampang seismik. mengubah hiperbola menjadi suatu titik dan menghilangkan efek difraksi. pada meter yang terkoreksi adalah : sudut kemiringan (dip), reflektor (panjang serta posisinya), resolusi lateral.

Dalam mengolah data diperlukan mitigasi karena
1.      Mengoreksi data
2.      Menghilangkan noise

Yang perlu diperhatikan saat mitigasi adalh kecepatan.  Mitigasi menggunakan keccepatan interval karena kecepatan interval mewakili kecepatan per kedalaman, karena pada dasarnya yang kita butuhkan saat mitigasi adalah informasi kedalaman.