Tempat, Tanggal
:
MP 2.5 – Gedung FMIPA UB, 20 Februari 2016
Pemateri
:
Muslimah Aida (Geophysicist)
Sri Jayati (Geophysicist)

Seismic Data Processing
Gelombang seismik adalah gelombangelastik yang merambat dalam bumi. Bumi sebagai medium gelombang terdiri dari beberapa lapisan batuan yang antar satu lapisan dengan lapisan lainnya mempunyai sifat fisis yang berbeda. Ketidak-kontinuan sifat medium ini menyebabkan gelombang seismik yang merambatkan sebagian energinya dan akan dipantulkan serta sebagian energi lainnya akan diteruskan ke medium di bawahnya.
Suatu sumber energi dapat menimbulkan bermacam–macam gelombang, masing–masingmerambat dengan cara yang berbeda.Gelombang seismik dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu: 



      a.       Gelombang badan (body waves) yang terdiridari gelombang longitudinal (gelombang P) dan gelombang transversal (gelombang S).Gelombang ini merambat ke seluruh lapisanbumi.
      b.      Gelombang permukaan (surface waves) yangterdiri dari gelombang Love, gelombang Raleygh dan gelombang Stoneley.Gelombang ini hanya merambat pada beberapa lapisan bumi, sehingga pada survei seismik refleksi (survei seismic dalam) gelombang ini tidak digunakan

Prinsip dasar akuisisi seismic data processing addalah adanya sumber getar yang memancarkan gelombang seismic yang ditangkap oleh recevier. Prinsip dasar seismic datan processing adanya gelombang atau timbul gelombang dari pemberian gaya pada objek.
Komponen seismic data processing ada tiga :
1.      Amplituo : Amplitudo Gelombang adalah jarak maksimum partikel yang bergerak dalam medium dari posisi kesetimbangan mereka ketika dilalui gelombang. Amplitudo Gelombang ditentukan oleh energi dari gangguan yang menyebabkan gelombang.
2.      Frekuensi : Frekuensi gelombang adalah jumlah gelombang yang melewati titik tetap dalam jumlah waktu tertentu.
3.      Fase : Dua gelombang dikatakan sefase, bila keduanya berfrekuensi sama dan titik-titik yang bersesuaian berada pada tempat yang sama selama osilasi (misalnya, keduanya berada pada puncak) pada saat yang sama. Jika yang terjadi sebaliknya, keduanya tidak sefase.



Metode Seismic memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, antara lain

Keunggulan
Kelemahan
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik.
Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik
Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukaan
Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.
Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
Respon pada penjalaran gelombang seismik bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. Sehingga, setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap keberadaan hidrokarbon
Deteksi langsung terhadap kontaminan, misalnya pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.

Dalam metode seismic aktif, kita mngenal dua istilah yaitu refleksi dan refraksi
·         Metoda seismik refraksi mengukur gelombang datang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokasi dari horizon-horizon geologi ini. Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanahdan lapisan pertama dari bantalan batuan cadas.
·         Metoda seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali kepermukaan tanah pada suatu geophone. Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang.Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Gelombangpantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni:Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.
Beberapa tahap dalam Seismmic Data Processing
1. Reformatting (Observasi) ke format yang dibutuhkan software
     Pada proses ini, kita merubah format yang tadinya berupa data mentah seismik (kaya daging aja yak) ke format yang sesuai dengan software yang akan gunakan nantinya. Umumnya yang kita reformat adalah SEG-Y atau SEG-D yang umumnya di pakai sebagai standar dalam dunia industri yang bertugas dalam akusisi data (yang mengambil data di lapangan)

2. Geometri
     Geometri disini dimaksudkan untuk mendefinisikan bentuk geometri dari survey yang dilakukan, proses ini juga ada yang menyebutkannya dengan "LABELING", jadi awalnya kaya di buat garis virtual yang berisikan banyak sekali station-station yang letaknya segaris dan juga ditetapkan terdiri atas berapa titik-titik virtual serta jarak antar titik yang nantinya di gunakan untuk menjadi point bagi source dan receiver berapa (kaya mempolakan dulu terlebih dahulu), di geometri ini kita mendefinisikan identitas tiap trace berdasarkan shotpoint, geophone, record number, trace numbel, dllnya...


3. Static Correction (Koreksi statik)
 
4. Pre-Processing
        Tujuan singkat dari proses ini adalah mempersiapkan data untuk dilanjutkan dalam proses velocity analysis, sehingga proses ini sangatlah penting dalam guna mempersiapkan data yang sebagus mungkin untuk di pick velocitynya, tahap ini meliputi tahapan untuk :

1. Normalisasi amplitudo dari gelombang seismik 

2. Tahap koreksi spherical divergen (bertujuan untuk mengembalikan energi gel. seismik yang hilang karena faktor geometry)
3. Menghilangkan random noise (multiple, Ground roll, dll)
4. Menghilangkan noise koheren
5. Memfilter noise menggunakan modul FK Filter
6. Tahap deconvolusi  (proses untuk menghilangkan wavelet seismik sehingga seakan-akan yang telihat hanya / estimasi dari koefisien reflektivitas lapisan bumi)

5. 1st Velocity Analysis
            Tujuan dari proses ini adalah memilih kecepatan yang tepat setiap kelipatan velcom stack (setiap 40, 50, dst) yang akan dilihat hasilnya pada stack setelah dilakukannya velocity analisis 1. Tujuan lainnya adalah mengkoreksi NMO pada CDP stack(normal move out) yang akan terlihat pada window velocity spektrum (masing-masing software memiliki tampilan berbeda-beda), tujuan lainnya : konversi waktu terhadap kedalaman serta migrasi. umumnya pada setiap software dalam melakukan velocity analysis terdapat minimal 4 window untuk melakukan picking velocitynya : seperti window velocity spectrum, CDP gather, mini stack, serta velcom stack. umumnya picking velocity dilakukan setiap 1km / 1000 m.

6. 1st Residual Static Correction
       Apa sih bedanya residual static sama static correction diawal? bedanya adalah static correction di awal bisa di bilang adalah main static problem (spherical divergence sama karena lapisan lapuk) nah kalo di residu (namanya juga residu teman-teman) alias sisa dari masalah static yang ada, yaitu :
- Kesalahan pada pengukuran elevasi
- Ketidaktelitian dalam membaca up hole time (bersifat virtual)
- adanya ketidaktelitian, ketidaksengajaan, ataupun manipulasi kedalaman oleh tim bor (dalam penanaman peledak / dinamit sebagai source seimik.
- kesalahan dalam memperkirakan penentuan kecepatan dan kedalaman lapisan lapuk.

7. 2nd Velocity Analysis
      Tujuan dari proses vlan 2 ini adalah memperbaikki nilai kecepatan yang kurang pas ketika di pick pada t tertentu pada vlan 1 sebelumnya, picking dilakukan 2 kali lebih banyak (awalnya setiap 1000 m, pada vlan 2 dilakukan setiap 500 meter agar hasil picking jauh lebih teliti dan lebih baik lagi, pada proses ini, kecepatan yang awalnya konstan (pada proses velocity analisis 1) menjadi variable atau disebut juga Velocity variable disingkat menjadi VV. tujuannya adalah untuk memperbagus hasil stack sebelum di migrasi (PSTM)

8. 2nd Residual Static Correction
     merupakan koreksi lanjutan dari koreksi statik residual yang pertama..


9. PRE-PSTM CONDITIONING
    tahap ini umumnya terdiri dari beberapa tahap yaitu :
·  Trace editing (mengubah dan memperbaikki trace dari hal-hal yang tidak diinginkan )
·  koreksi spherical divergence (mengembalikan kembali energi gelombang seismik yang hilang)
·  amplitude recovery (mengembalikan amplitudo gelombang seismik yang hilang sedemikian rupa        sehingga pada tiap titik seolah-olah datang dalam sejumlah energi yang sama)
·  smoothing serta (-)
·  atenuasi dipping noise (-)
10. MIGRASI (STACK PSTM)
      tujuan dari proses ini ialah untuk memindahkan posisi reflektor yang pada mulanya diperkirakan miring menjadi ke posisi semula / ke posisi sebenarnya pada penampang seismik. mengubah hiperbola menjadi suatu titik dan menghilangkan efek difraksi. pada meter yang terkoreksi adalah : sudut kemiringan (dip), reflektor (panjang serta posisinya), resolusi lateral.

Dalam mengolah data diperlukan mitigasi karena
1.      Mengoreksi data
2.      Menghilangkan noise

Yang perlu diperhatikan saat mitigasi adalh kecepatan.  Mitigasi menggunakan keccepatan interval karena kecepatan interval mewakili kecepatan per kedalaman, karena pada dasarnya yang kita butuhkan saat mitigasi adalah informasi kedalaman. 

0 komentar:

Posting Komentar