CORNER
MID TERM PREPARATION for “GEODYNAMICS”


Pada corner kali ini kami membahas tentang geodinamika. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2018, dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan pemateri Irra Rizkillah (Teknik Geofisika 2015) dan Alfan Aiman (Teknik Geofisika 2015) yang dihadiri oleh 34 peserta. Seluruh peserta merupakan mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Brawijaya. Seluruh peserta merupakan mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Brawijaya. Corner ini tidak dikenakan biaya. Acara berlangsung dengan baik. Materi yang diberikan pada corner kali ini adalah pengenalan geodynamic, pembahasan soal UTS Geodynamic tahun 2016/2017.

Terdapat bebrapa proses pembentukan magma salah satunya yaitu, Decompressional Melting. Decompressional Melting merupakan pelelehan sebagian dari bahan yang terpanaskan dalam mantle akibat penurunan tekanan dan umumunya terjadi di daerah divergen, dimana lempeng tektonik saling terpisah. Pergerakan lempeng itu menyebabkan magma yang ada di bawahnya bergerak mengisi ruang kosong di atasnya. Jika magma naik ke atas maka terbentuklah batuan baru. Selanjutnya akan dibahas soal UTS tahun lalu.

Pada soal UTS tahun lalu dibahas hukum bouyancy dengan ketentuan kerak benua memiliki ketebalan 35 km yang mengapung di atas mantle dan jika densitas kerak benua adalah 2750 kg/m3, densitas mantle 3000 kg/m3 maka dapat dicari ketinggian kerak yang timbul dengan menggunakan Bouyancy. ρbhbmhm akan didapatkan nilai x yang akan dicari menggunakan x = hb - hm.

Kemudian dibahas salah satu metode pengukuran strain yaitu, strain gage dimana tahanan listriknya bervariasi proporsional dengan besarnya regangan yang terjad. Strain gage yang paling umum digunakan adalah bonded metallic strain gage.

Selanjutnya dibahas macam-macan konstanta elastisitas yang merupakan salah satu sifat dari batuan antara lain:
1.      Modulus Elastisitas (Y)
Didefinisikan sebagai besarnya regangan yang ditunjukkan oleh perubahan panjang suatu benda. Semua komponen regangan yang tidak searah sumbu panjang adalah nol. Hal ini disebabkan tegangan hanya terjadi pada arah sumbu panjang tersebut.

2.      Modulus Bulk (Κ)
Menyatakan regangan yang dialami oleh suatu benda yang ditunjukkan oleh perubahan volume benda tersebut. Tegangan pada modulus ini didefinisikan sebagai tekanan hidrostatik. Jadi modulus Bulk adalah hubungan antara tegangan dan regangan pada benda yang mengalami tekanan hidrostatik. Bila tekanan hidrostatik Ph= F/A dan regangan volume ΔΔV/V.

3.      Modulus Rigiditas (μ)
Didefinisikan sebagai tekanan terhadap suatu benda yang dapat menimbulkan regangan berupa pergeseran pada salah satu permukaan bidangnya. Tekanan yang bekerja pada benda ini disebut tekanan geser dan regangannya disebut regangan geser. Perubahan bentuk akibat pergeseran ini tidak disertai perubahan volumenya.

4.      Rasio Poisson (σ)
Rasio Poisson adalah ukuran besarnya regangan pada suatu benda berupa kontraksi dalam arah transversal dan peregangan dalam arah longitudinal akibat terkena tekanan.

Compresibilitas terjadi jika suatu benda di kompresi maka akan diketahui nilai positif atau negatifnya. Kecendrungan suatu benda untuk tidak terkompresi membentuk nilai yang positif, sedangkan jika terkompresi maka akan bernilai negatif. Terdapat juga suatu metode yang dapat melihat pergerakan lempeng dengan sangat kompleks dan itu disebut sebagai metode trianggulasi.

Demikian event report / ringkasan materi dari corner ini, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar